Alasan mendasar bahwa setiap manusia melakukan
komunikasi dengan mahluk lainnya yaitu manusia merupakan mahluk sosial
yang tidak dapat hidup sendiri/mahluk yang selalu hidup bermasyarakat. Sebagai
mahluk sosial manusia selalu berhubungan dengan orang lain untuk melakukan
banyak hal termasuk berkomunikasi.
Istilah Komunikasi menurut bahasa
inggris yaitu communication, yang berasal dari
kata communication atau communis yang memiliki arti sama
atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari
dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Jadi,
Komunikasi adalah Adanya interaksi antara 2 orang atau lebih yang satunya
sebagai pemberi informasi (Komunikator) dan yang satunya sebagai Komunikan.
Untuk memahami proses komunikasi dapat dilihat dari unsur-unsur yang
berkaitan dengan siapa pengirimnya (komunikator), apa yang dikatakan atau
dikirimkan (pesan), saluran komunikasi apa yang digunakan (media), ditujukan
untuk siapa (komunikan), dan apa akibat yang akan ditimbulkannya (efek).
Proses Komunikasi
Berdasarkan pada bagan atau gambar proses komunikasi
tersebut, suatu pesan, sebelum dikirim, terlebih dahulu disandikan (encoding) ke dalam simbol-simbol yang
dapat menggunakan pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh pengirim.
Apapun simbol yang dipergunakan, tujuan utama dari pengirim adalah menyediakan
pesan dengan suatu cara yang dapat memaksimalkan kemungkinan dimana penerima
dapat menginterpretasikan maksud yang diinginkan pengirim dalam suatu cara yang
tepat. Pesan dari komunikator akan dikirimkan kepada penerima melaui suatu
saluran atau media tertentu. Pesan yang di terima oleh penerima melalui
simbol-simbol (prosesencoding), selanjutnya akan
ditransformasikan kembali (decoding) menjadi bahasa yang dimengerti yang sesuai
dengan pikiran penerima sehingga menjadi pesan yang diharapkan (received message) . Proses decoding ini
bisa melalui saluran (chanel) tertentu
seperti bertatap muka langsung, telepon, surat, dll. Setelah itu terjadilah
respon dari penerima surat yang ditunjukan ke pengirim surat.
Hasil akhir yang diharapkan dari proses komunikasi yakni
supaya tindakan atau pun perubahan sikap dari penerima pesan yang sesuai dengan
keinginan pengirim pesan. Akan tetapi makna suatu pesan dipengaruhi bagaimana
penerima merasakan pesan itu sesuai konteksnya. Oleh sebab itu, tindakan atau
perubahan sikap selalu didasarkan atas pesan yang dirasakan.
Encoding
pengirim atau penyampai pesan
memasukkan atau mengungkapkan pesannya ke dalam kode atau lambang baik secara
verbal atau non verbal. ada dua hal penting yang harus dilakukan oleh penyampai
pesan, yaitu:
1. Mempertimbangkan dengan cermat apa yang akan disampaikan
2. Menterjemahkan dengan baik dan benar gagasan yang akan disampaikan
menjadi isi pesan
Proses encoding akan tercapai dan tujuan komunkasi akan
berhasil jika kita bisa memperhatikan hal – hal atau faktor dibawah ini :
1. Pesan yang disampaikan
Penyampai pesan
(Komunikator) harus paham betul harus paham betul ide atau gagasan dari pesan
yang akan disampaikan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi dan
harus tau bagaimana membungkus pesan tersebut agar mudah diterima oleh penerima
pesan.
2. Pihak yang menerima pesan
Kita harus melihat
latar belakang dari penerima pesan dari pendidikan dan sosial. Isi pesan yang
disampaikan sama namun kita harus melihat siapa penerima pesan karena setiap
penerima pesan memiliki tingkat pendidikan dan sosial yang berbeda maka kemasan
yang harus disampiakan juga harus berbeda.
3. Bentuk Pesan yang disampaikan (Verbal atau Non Verbal)
Kita harus bisa menguasai kemampuan
verbal agar penerima pesan langsung paham dengan apa yang kita lakukan. Begitu
pula dengan kemampuan non verbal kita harus bisa menguasai gerakan tubuh, mimik
wajah, dll.
PRINSIP
KOMUNIKASI
PRINSIP 1 : KOMUNIKASI ADALAH SUATU PAKET ISYARAT
Perilaku komunikasi, apakah ini melibatkan pesan
verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi dari keduanya, biasanya terjadi dalam
"paket". Seluruh tubuh baik secara verbal maupun non
verbal
bekerja bersama-sama untuk
mengungkapkan pikiran dan perasaan kita. Contoh komunikasi
dengan isyarat non verbal yaitu ketika kita memiliki pasangan yang mengatakan
bahwa mereka saling mencintai namun ketika mereka janjian untuk bertemu salah
satu ada yang nmelanggar janji. Itu adalah salah satu indikasi gagalnya proses
komunikasi.
PRINSIP 2 : KOMUNIKASI ADALAH PROSES PENYESUAIAN
Komunikasi hanya dapat terjadi bila para
komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Ini jelas kelihatan pada
orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. Anda tidak akan bisa berkomunikasi
dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda.
Maka
dari itu kita harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan keadaan jika
disarankan menggunakan bahasa yang nasionalisme atau bahasa indonesia. Dalam komunikasi
juga terkadang mengalami suatu gangguan. Nah, apasih gangguan dari komunikasi
itu? Mari kita bahas di blog ini.
Gangguan dalam Berkomunikasi
Gambar diatas
menunjukan proses adanya komunikasi dari komunikator ke komunikan. Namun dalam
proses komunikasi terkadang terdapat masalah (Noise). Apakah kamu sering mengalami gangguan dalam
berkomunikasi? Mari kita bahas bersama.
Menurut Shannon dan weaver (1949) gangguan
komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu elemen
komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara efektif.
Misalnya kamu sedang mengobrol dengan teman kamu di pinggir jalan. Lalu
ada sepeda motor lewat dengan knalpot yang nyaring. Otomatis itu juga merupakan
suatu gangguan dalam berkomunikasi akibat pengendara motor tadi. Bukan hanya
itu saja namun informasi yang disampaikan komunikakator tidak sampai ke
komunikan akibat kebisingan motor tadi akibatnya akan ada salah informasi yang
di dapatkannya.
Cara mencegah gangguan (Noise) dalam berkomunikasi yaitu dengan
memusatkan pikiran komunikan kepada komunikator agar informasi bisa di terima
dengan baik dan menciptakan
kesamaan pemahaman antara makna pesan yang dikirimkan oleh sumber dan yang
diterima oleh penerima, yaitu dengan memakai istilah-istilah yang umum
digunakan. Komunikasi merupakan hal paling penting untuk bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar. Dengan adanya media sosial juga membantu kita agar dapat
berkomunikasi dengan lingkungan dengan cakupan yang lebih luas dan menyebar di
seluruh dunia.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar