Selamat Datang di Blog Sony Widyawan
Follow me on : Facebook  Twitter  Instagram Google+ Yahoo

Senin, 25 April 2016

Media Massa

Gambar 1. Media Massa


Media massa diyakini punya kekuatan yang maha dahsyat untuk memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Bahkan media massa bisa menentukan perkembangan masyarakat seperti apa yang akan dibentuk di masa yang akan datang. Media massa mampu mengarahkan, membimbing, dan memengaruhi kehidupan di masa kini dan masa datang.

Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Media Massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.

Bukan hanya itu, media juga dapat menjadi sumber dominan yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial baik secara individu maupun kolektif, dimana media menyajikan nilai-nilai dan penilaian normatif yang dibaurkan dengan berita dan hiburan.

KARAKTERISTIK MEDIA MASSA

Selanjutnya, media massa memiliki beberapa karakteristik sebagaimana diungkapkan oleh Cangara sebagai berikut (Cangara, 2003:134):
  1. Bersifat melembaga: pihak yang mengelola media terdiri atas banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan, pengelolaan, sampai pada penyajian informasi.
  2. Bersifat satu arah: komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dengan penerima. Kalau misalnya terjadi reaksi atau umpan balik maka biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
  3. Meluas dan serempak: dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak karena memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, di mana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang pada saat yang sama.
  4. Memakai peralatan teknis atau mekanis: seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.
  5. Bersifat terbuka: pesan dapat diterima oleh siapa saja dan di mana saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, agama, dan suku bangsa. Beberapa bentuk media massa meliputi alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film,radio, dan televisi.
         Fungsi Media Massa

          Fungsi media massa sejalan dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut.
Harold D. Laswell:
  1. Informasi (to inform)
  2. Mendidik (to educate)
  3. Menghibur (to entertain)
          Fungsi media massa menurut Undang - undang :

UU No. 40/1999 tentang Pers:
      1.      Menginformasikan (to inform)
      2.      Mendidik (to educate)
      3.      Menghibur (to entertain)
      4.      Pengawasan Sosial (social control) -pengawas perilaku publik dan penguasa.

            SEJARAH MEDIA MASSA DI INDONESIA

       Media Cetak


Gambar 2. Media Cetak (Koran)

Sebenarnya tanpa disadari oleh manusia termasuk Masyarakat Indonesia, bahwa komunikasi sudah terjadi sejak dia lahir. Meskipun bayi belum bisa berbicara, namun dia juga melakukan komunikasi. Yaitu dengan cara menangis jika lapar.

Di Indonesia perkembangan ilmu komunikasi diawali oleh perkembangan surat kabar, kemudian radio, dan televisi. Sebelum era Orde Baru, Hill (1995), menyatakan bahwa media massa Indonesia merupakan forum untuk mengekspresikan aspirasi nasionalisme dan agitasi politik. Surat kabar yang terbit pertama kali di Indonesia adalah Bataviasche Nouvelles en Politique Rasionemenentes.  Sebagian dari organ pemerintahan Belanda, surat kabar yang terbit pada tahun 1745 ini, lebih banyak menampilkan iklan untuk kepentingan komersial. Pada tahun 1855, terbit surat kabar berbahasa Non Belanda (Jawa) di Solo, yang bernama Bromartani.

Pada tanggal 17 Agustus 1903, Tirtoadisuryo menerbitkan Sunda Berita. Dan 4 tahun kemudian, ia menerbitkan Medan Prijanji. Kedua surat kabar tersebut menggambarkan situasi politik di Indonesia dan memberikan interpretasi terhadap situasi tersebut dari sudut pandang nasionalisme. Sampai dengan terjadinya Sumpah Peumuda pada tahun 1928 hingga masa akhir kekuasaan kolonial Belanda, di Indonesia terdapat 33 surat kabar dengan tiras, 47 ribu eksemplar, yang terdiri dari : 13 surat kabar berbahasa Indonesia, 12 bahasa Cina, 8 yang menggunakan bahasa Indonesia atau Melayu.

       Radio
Gambar 3. Radio Sebagai Media Massa


Selain surat kabar, radio juga merupakan media yang tergolong tua usianya di Indonesia. Radio siaran yang pertama kali mengudara di Indonesia adalah BRV (Bataviasche Radio Vereniging) pada 16 Juni 1925, milik swasta yang beroprasi di Jakarta. Pada awal tahun 1960, siaran radio memasuki masa penting dengan dikembangkannya teknologi siaran menggunakan frekuensui FM. Teknologi FM, sebenarnya telah ditemukan pada tahun 1930, namun ketika itu hanya sedikit saja pesawat radio bisa menerima siaran FM. Walaupun daya jangkau lebih rendah, namun dibandingkan AM siaran FM menghasilkan suara yang lebih jernih dan efek suara stereo.

Secara defacto Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia tumbuh sebagai perkembangan profesionalisme “ radio amatir” yang dimonotori kaum muda di awal Orde Baru tahun 1996. Sedangkan secara yuridis keberadaan Radio Siaran Swasta diakui, dengan persyaratan, penyelenggaraannyaber-Badan Hukum dan dapat menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Ri nomor 55 Tahun 1970 tentang Radio Siaran Non  Pemerintah, yang mengatur fungsi, hak, kewajiban, dan tanggung jawab radio siaran, syarat-syarat penyelenggaraan, perizinan serta pengawasannya.

      Televisi
Gambar 4. Televisi sebagai Alat Komunikasi

Tahun 1922, seorang remaja berusia 15 tahun Philo Farnsworth mengemudikan sebuah traktor maju mundur yang mengikutialur di sebuah ladang di Idaho, AS. Gambar yang dihasilkan menginspirasikan untuk menciptakan serangkaian gambar elektronik sebagaimana dalam alur ladang. Pada tahun 1927 Farnsworth dan AT&T mendemonstrasikan penemuan televisi dihadapan publik, sejak itu televisi menjadi media massa.

Perkembangan televisi terhambat selama perang dunia II, karena bahan baku komponen pesawat televisi dialokasikan ke industri perang. Setelah perang selesai pada tahun 1945, penyiaran televisi kembali menggeliat. Ketika itu AT&T menemukan teknologi baru penyiaran jaringan televisi dengan kabel coaxical dengan menu utama seputar olahraga.

Pada tahun 1948 telah ada satu juga set televisi di AS dengan stasiun mencapai 50 buah. Atas pertimbangan banyaknya jumlah setasiun televisi FCC (Federal Communication Comision) lalu menghentikan izin operasional stasiun baru. Setelah frekuensi ditata ulang. FCC kembali mengizinkan operasionalisasi siaran stasiun baru. Stasiun TV pun melonjak menjadi 108 buah 4 tahun setelah pembekuan. Jumlah pesawat televisi juga mmelejit hingga mencapai 15 juta pada tahun 1952.

        Film
Gambar 5. Film

     Film adalah sarana baru yang digunakan untuk menyebarkan hiburan yang sudah menjadi kebiasaan terdahulu, serta menyajikan, cerita, peristiwa, music, drama dan sajian teknisi lainnya kepada masyarakat umum. Kehadirannya film adalah sebagai penemuan untuk waktu luang di luar jam kerja atau sebagai kebutuhan diwaktu senggang.

      Dalam sejarah perkembangan film ada 3 tema besar dan satu atau 2 tonggak sejarah penting. Tema pertama adalah pemanfaatan film sebagai alat propaganda, tema yang kedua adalah munculnya beberapa aliran seni film (Huaro,1963) dan lahirnya aliran film dokumentasi social. Kedua tema ini mempunyai kaitan dengan tema propaganda.

        Salah satu tonggak sejarah yang disebut tadi ialah lahirnya televise. Tonggak sejarah kedua yang ditulis dengan baik oleh Tunstall (1977) adalah besarnya pengaruh “Amerikanisasi” terhadap industri dan budaya film pada tahun-tahun sesuai perang Dunia I. dapat dibuktikan dengan jelas bahwa televise mengambil alih banyak penonton film, terutama penonton yang sudah berkeluarga. Sehingga para penonton film semakin sedikit dan yang menonton kebanyakan berusia muda. Salah satu konsekuensi terakhir dengan adanya tonggak peralihan tersebut adalah menurunnya kebutuhan akan penyajian yang sehat dan terhormat. Dengan kata lain film lebih bebas memenuhi kebutuhan akan sajian yang berbau kekerasan, mengerikan dan pornografi.

    Terlepas dari kenyataan menurunya jumlah penonton film, film justru mampu mencapai kekhususan tertentu (Jowett And Linton 1980) yakni sebagai sarana pemeranbagi media lain dengan sebagai sumber budaya yang berkaitan erat dengan buku, film kartun, bintang televise dan film seri serta lagu. Dengan demikian film berperan sebagai pembentuk budaya massa. Bukan semata-mata mengharapkan media lainnya sebagai peran film pada massa kejayaannya yang lalu.

        Sejarah Internet Di Indonesia
Gambar 6. Perkembangan Internet sebagai Media Massa

Di Indonesia jaringan internet mulai dikembangkan pada tahun 1983 di Universitas Indonesia, yaitu UINET oleh Dr. Joseph F.P. Luhuley, seorang doktor Filosofi Ilmu Komputer dari Amerika Serikat. Jaringan tersebut dibangun dalam waktu 4 tahun. Selain itu pula ia membangun Uninet (University Network) di lingkungan Departemen dan Kebudayaan. Uninet merupakan jaringan komputer dengan jangkauan yang lebih luas, yaitu meliputi kampus UI, ITB, IPB, UGM, ITS, UNHAS, dan Ditjen Dikti.

Hingga pertengahan tahun 1990-an jangkauan internet di Indonesia semakin meluas, merambah hingga ke pihak-pihak yang bahkan tidak memiliki komputer atau sambungan telepon di rumahnya. Akses internet terhadap publik yang semakin luas ini tentu jauh dari pengawasan dibandingkan telepon dan faks untuk umum. Tak ada data yang mampu menyebutkan tentang siapa pengguna internet. Dari segi teknis terdapat kesulitan untuk menyensor arus pesan di internet. Hal ini pula yang nantinya menjadi sebuah problem penting pada masa rezim Soeharto.

Pada awal perkembangannya, internet dimulai dari kegiatan-kegiatan yang bersifat non-komersial, seperti kegiatan-kegiatan berbasis hobi, dan dalam perkembangan selanjutnya kebanyakan diprakarsai oleh kelompok akademis atau mahasiswa dan ilmuwan yang sebagian pernah terlibat dengan kegiatan berbasis hobi tersebut melalui upaya membangun infrastruktur telekomunikasi internet. Peranan pemerintah Indonesia dalam perkembangan jaringan internet di Indonesia memang tidak banyak, namun juga tidak dapat dikesampingkan, karena mereka juga turut berperan dalam berkembangnya sebuah sistem informasi di dalam internet yang kemampuan aksesnya tinggi atau sering disebut dengan Information Superhighway.

Gambar 7. Pentingnya Media Massa

Maka dari itu media massa juga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dan negatif dari media massa antara lain :

a. Dampak Positif

1. Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan. Seperti jaringan Internet, Lab. Komputer Sekolah dan lain-lain.
Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap Informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari Internet, olehnya itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran. 

2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.

3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.

4. Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan Teknologi. Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program yang telah di installkan.

5. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat
Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu ; Penggandaan soal Ujian, dengan adanya mesin foto copy, untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu :

1. Pembelajaran menjadi lebih efektif, simulatif dan menarik
2. Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks
3. Mempercepat proses yang lama
4. Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi
5. Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan

b. Dampak Negatif

Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain ;
1.     Siswa menjadi malas belajar. Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti ; Facebook, Chating, Frienster dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh erhadap minat belajar siswa.
2.    Terjadinya pelanggaran Asusila. Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asusila dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya, seperti terjadinya tawuran antar pelajar, terjadi priseks, pemerkosaan siswi dan lain-lain.
3.   Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pengetahuan yang disalah gunakan oleh pelajar.
Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat menimbulkan adanya berbagai prilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk bermain Games, main PS, main Facebook, chating, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa sampai ke Mahasiswa.
4.    Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas.
Dengan adanya fasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat Internet dan mengkopy paste karya orang lain, sehingga siswa menjadi malas berusaha dan belajar.
5.       Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam
Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
6.     Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.

Semoga Bermanfaat :)

Sumber :





            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar