Selamat Datang di Blog Sony Widyawan
Follow me on : Facebook  Twitter  Instagram Google+ Yahoo

Kamis, 07 April 2016

ATENSI

 A.     Pengertian
Menurut Solso, & Maclin (2008) atensi adalah pemusatan pikiran, dalam bentuk yang jernih dan gambling, terhadap sejumlah objek simultan atau kelompok pikiran. Pemusatan (facalization) kesadaran adalah initisari atensi. Atensi mengimplikasikan adanya pengabdian objek-objek lain agar kita sanggup menangani objek-objek tertentu secara efektif.   Ketika kita membicarakan “atensi” dari sudut pandang para psikolog kognitif masa kini, kita mengacu pada sebuah proses kognitif yang menyeleksi informasi penting dari dunia di sekeliling kita (melalui pancaindera), sehingga otak kita secara berlebihan dipenuhi oleh informasi yang tidak terbatas jumlahnya.  Selain itu juga disebutkan bahwa atensi adalah pemusatan upaya mental pada peristiwa-peristiwa sensorik atau peristiwa-peristiwa mental.
Agar dapat mengolah informasi yang sedemikian membanjir, manusia secara selektif memilih hanya sejumlah isyarat dan mengabaikan stimuli yang lain. Pengalaman kita sehari-hari mengajari kita bahwa kita memperhatikan sejumlah isyarat dari lingkungan kita lebih sering dari isyarat yang lain, dan isyarat yang kita perhatikan tersebut umumnya lebih lanjut oleh system kognitif, sedangkan isyarat yang diabaikan tidak mengalami pemrosesan lebih lanjut. Mekanisme memusatkan diri pada stimuli tertentu dan mengabaikan stimuli yang lain. 
Lima isu terkait atensi adalah sebagai berikut :
      1.      Kapasitas pemrosesan dan selektivitas
Dapat memperhatikan sejumlah stimuli eksternal dari dunia eksternal, namun kita tidak dapat memperhatikan seluruh stimuli yang ada.
      2.      Kendali
Kita memiliki kendali terhadap pilihan stimuli yang kita perhatikan.
      3.      Pemrosesan otomatis
Sejumlah besar proses rutin yang telah menjadi prosesyang sangat familiar sehingga memerlukan hanya sedikit atensi sadar dan dapatdilakukan secara otomatis.
      4.      Neurosains kognitif
Otak dan dan sistem saraf pusat (CNS “Central Nerveous System”) adalah pendukung anatomis bagi atensi, sebagaimana kognisi. 
     5.      Kesadaran
Atensi membawa peristiwa – peristiwa kealam kesadaran. Salah satu alasan kita dapat memperhatikan secara selektif adalah karena kemampuan kita untuk memproses informasi dibatasi oleh kapasitas saluran (channel capac).

B.     Jenis Atensi
Perhatian dapat dibagi menjadi beberapa macam, hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Sumadi Suryabrata, (1989:14) yaitu:
a.          Berdasarkan intensitasnya, yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas atau pengalaman batin, maka dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Perhatian intensif.
2.      Perhatian tidak intensif.
b.         Berdasarkan cara timbulnya, perhatian dibedakan menjadi dua, yaitu;
1.      Perhatian spontan (perhatian tak-sekehendak, perhatian tak-sengaja),  yaitu perhatian yang timbul begitu saja, seakan-akan tanpa sengaja, terjadi tanpa usaha.
2.      Perhatian sekehendak (perhatian sengaja), yakni perhatian yang timbul karena usaha atau dengan kehendak.
c.          Berdasarkan luasnya obyek yang dikenai perhatian, perhatian dibedakan menjadi dua yaitu:
1.      Perhatian terpencar, yakni perhatian pada suatu saat dapat tertuju pada bermacam-macam obyek.
2.      Perhatian terpusat, yaitu perhatian yang terpusat, hanya dapat tertuju pada obyek yang sangat terbatas.

C.       Faktor yang dapat menarik perhatian
Dalam buku General psychology Gilliand A.R dan John J.B. Morgan dan S.M. Steven(1935), dikemukakan faktor-faktor yang menarik perhatian, yaitu:
1.         Objective determinat of attention, yaitu factor objektif yang dapat menentukan perhatian seseorang, meliputi:
a.             Adanya stimulus yang kuat yang dapat menarik perhatian.
b.            Adanya stimulus yang kualitatif yang dapat menatik perhatian.
c.             Adanya stimulus yang besar/luas yang dapat menarik perhatian.
d.            Adanya stimulus yang berulang-ulang dapat menarik perhatian.
2.         Subjective determinat, yaitu faktor subjektif yang dapat menentukan perhatian seseorang, meliputi:
a.             Adanya stimulus yang pembawaannya mengandung daya tarik.
b.            Adanya arti atau maksud pada sesuatu dapat menimbulkan daya tarik.
c.             Ketidakpastian menimbulkan daya tarik.
d.            Emosi yang tetap (terbiasa) dapat menentukan daya tarik.
Selanjutnya perhatian juga dipengaruhi secara umum antara lain sebagai berikut:
1.         Pembawaan
Adanya pembawaan tertentu yang berhubungan dengan objek yang direaksi, maka sedikit atau banyak akan timbul perhatian terhadap objek tertentu.
2.         Latihan dan kebiasaan
Meskipun dirasa tidak ada bakat pembawaan tentang sesuatu bidang, tetapi karena hasil dari pada latihan/ kebiasaan, dapat menyebabkan mudah timbulnya perhatian terhadap bidang tersebut.
3.         Kebutuhan
Adanya kebutuhan tentang sesuatu memungkinkan timbulnya perhatian terhadap objek tersebut. Kebutuhan merupakan dorongan, sedangjkan dorongan itu mempunyai tujuaan yang harus dicurahkan kepadanya. Demi tercapainya sesuatu tujuaan, disamping perhatiaan juga perasaan dan kemauan memberi dorongan yang tidak sedikit pengaruhnya.
4.         Kewajiban
Di dalam kewajiban terkandung tanggung jawab yang harus dipenuhi, entah kewajiban itu cocok atau tidak, menyenangkan atau tidak. Maka demi terlaksananya suatu tugas, apa yang menjadi kewajibannya akan dijalankan dengan penuh perhatiaan.
5.         Keadaan jasmani
Sehat tidaknya jasmani, segar tidaknya badan sangat mempengaruhi perhatian kita terhadap sesuatu objek.
6.      Suasana jiwa
Keadaan batin, perasaan, fantasi, pikiran dan sebagainya sangat mempengaruhi perhatiaan kita, mungkin dapat membantu juga dapat menghambat.
7.      Suasana di sekitar
Adanya bermacam perangsang disekitar kita, seperti kegaduhan, keributan, kekacuan, temperatur, sosial ekonomi, keindahan dan sebagainya dapat mempengaruhi perhatian kita.
8.      Kuat tidaknya perangsang dari objek itu sendiri
Berapa kuatnya perangsang yang bersangkutan dengan objek perhatian sangat mempengaruhi perhatiaan kita.

D.       Informasi yang dibutuhkan Pengguna Jalan
Jalan yang berkeselamatan adalah suatu jalan yang didesain dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga jalan tersebut dapat menginformasikan, memperingatkan, dan memandu pengemudi melewati suatu segmen jalan.
Suatu jalan harus dapat memberikan informasi yang harus di dapat oleh pengguna jalan seperti desain jalan berikut elemen-elemen jalan yang mudah dicerna sehingga dapat membantu pengguna jalan mengetahui sistuasi dan kondisi segmen jalan berikutnya. Selain itu rambu, marka, dan sinyal mampu menuntun pengguna jalan untuk mengetahui situasi dan kondisi segmen jalan berikutnya. Rambu, marka, dan sinyal mampu mengendalikan pengguna jalan untuk tetap pada jalurnya.

E.        Desain Implementasi Atensi
Implementasi atensi di jalan pada dasarnya dihubungkan dengan adanya rambu lalu lintas atau marka jalan sebagai tanda jalan yaitu agar rambu tersebut bisa dilihat oleh pengguna jalan. Syarat agar rambu bisa dilihat oleh pengguna jalan diantaranya :
      1.      Rambu atau marka harus mudah dikenali oleh pengguna jalan karena rambu atau marka berfungsi sebagai pendanda dari jalan yang akan kita lewati.
    2.       Rambu atau marka biasanya memiliki ukuran (Dimensi) yang disesuaikan dengan kebutuhan karena sesuai dengan jarak pandang pengemudi.
      3.      Rambu atau marka memiliki warna yang terang agar mudah dilihat oleh pengguna jalan
    4.      Rambu atau marka harus ditempatkan di tempat yang mudah dilihat oleh pengguna jalan dan marka atau rambu tidak ditempatkan secara berdekatan.
    
Atensi (Perhatian) di jalan memang harus dibutuhkan agar kita bisa selamat dalam hal apapun. Atensi dalam berkendara dalam mematuhi segala tanda (marka dan rambu) juga sangat dibutuhkan seperti yang dijelaskan pada syarat diatas agar kita bisa terhindar dari kecelakaan yang dapat merugikan diri kita sendiri.
Atensi juga sangat diperlukan oleh pengendara kendaraan bermotor dijalan. Menurut Cole and Jenkins, 1980) kebutuhan pengendara mengenai kebuthan utama di jalan yang ada kaitannya dengan kontrol lalu lintas yaitu :
        -          Keterbacaan (pesannya harus dapat dibaca)
        -          Comprehensibility (pesan harus dipahami dan bisa dimengerti oleh pengendara)
        -          Kredibilitas/Fakta (pesan harus dianggap benar)

      a.       Conspicuity (Jelas)
Latar belakang/dasar warna merupakan hal penting dalam marka atau rambu yang dipasang agar pengemudi kendaraan bermotor bisa melihat tanda tersebut. Kejelasan suatu tanda atau marka bisa dpengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
      -          Ukuran, tanda-tanda (rambu dan marka) yang lebih besar akan lebih mencolok pengendara. Jadi akan lebih bisa terlihat oleh pengendara
      -          Kecerahan, tanda-tanda yang terang akan lebih mencolok pengendara kendaraan bermotor.
      -          Keberanian, pemasangan tanda harus lebih besar dan lebih mencolok akan membuat pengendara mematuhi peraturan lalu lintas.
     -          Kontras, kontras yang  tinggi pada tanda terutama kontras kecerahan harus ada pada rambu atau marka tersebut agar pengendara dapat dengan mudah mengenalinya
      -          Kesederhanaan visual, latar belakang yang sederhana membuat tanda lebih mencolok dan dengan mudah dilihat dengan indra penglihatan oleh manusia.
      -     Eksentrisitas sinyal, Tanda (Marka atau Rambu) tidak mungkin terdeteksi jika lebih dari dari garis line yang sudah ditentukan. Karena semakin jauh maka jarak pandang juga akan berkurang dan sulit mengenali tanda.
Ada sejumlah penerapan secara langsung dari prinsip-prinsip ini yang mempengaruhi berbagai rekayasa lalu lintas dan praktik keselamatan di jalan. ini termasuk :
Rekayasa Lalu Lintas dan Manajemen
-          Pengaruh pada rambu lalu lintas dan tata letak serta warna, ukuran, dan lokasi dari rembu tersebut dipasang
      -          Undang - undang untuk mengendalikan iklan di pinggir jalan
      -          Reflectorization (Tinggi) tanda terutama tanda-tanda penunjuk arah
    
      b.      Keterbacaan ( Rambu bisa terbaca dengan jelas)
Sinyal visual yang terbaca harus cukup detail di dalamnya dan cukup terlihat untuk memungkinkan pesan untuk ditafsirkan dan mudah dipahami oleh pengendara kendaraan motor tersebut.
meningkatkan ukuran tanda akan menambah jarak suatu tanda (marka dan rambu) agar dapat dibaca oleh pengendara dan memberikan pengendara lebih banyak kesempatan untuk mengamati dan membaca tanda. sehingga tanda tersebut perlu berisi banyak informasi dan perlu menjadi lebih besar agar para pengendara tidak kebingunan untuk menemukan tanda tersebut.

Dari faktor diatas tentang penerapan atensi secara nyata bisa dijelaskan bahwa atensi (Perhatian) di jalan memang harus dibutuhkan agar kita bisa selamat dalam hal apapun. Atensi dalam berkendara dalam mematuhi segala tanda (marka dan rambu) juga sangat dibutuhkan seperti yang dijelaskan pada syarat diatas agar kita bisa terhindar dari kecelakaan yang dapat merugikan diri kita sendiri.
Kesadaran mencakup perasaan tentang apa yang disadari maupun isinya, yang darinya bisa kita gunakan untuk memfokuskan atensi. Oleh karena itulah atensi dan kesadaran membentuk dua sistem operasi yang kesannya tumpang tindih. Dahulu psikolog yakin atensi sama dengan kesadaran, namun sekarang mereka menemukan bahwa sejumlah pemrosesan atensi yang aktif terhadap pemrosesan indrawi, informasi yang diingat-ingat dan informasi kognitif, bisa berjalan diluar kesadaran kita.
Contoh: pada saat ini anda dapat menyetir sambil secara sadar melakukan aktivitas yang lain, misal mengobrol, meskipun hal ini tidak dapat dilakukan jika anda tidak sadar sepenuhnya. Namun demikian, keuntungan yang diperoleh dari atensi akan semakin besar kalau kita menjadikannya proses-proses yang disadari. Peneraapan atensi lainnya ketika pengendara sepeda maupun sepeda motor meperhatikan suatu rambu di jalan.

Gambar 1. Penerapan atensi di jalan


Gambar diatas juga menunjukan bentuk atensi yang memerlukan tingkat kefokusan yang tinggi. Rambu atau marka pada gambar 1 juga telah memenuhi syarat seperti terang, kecerahan, dan lain – lain. Dalam hal ini, rambu dan marka (tanda) juga bisa membantu dalam bidang keselamatan. Atensi (perhatian) memang harus ditanamkan pada setiap pengendara kendaraan agar keselamatan bisa dilaksanakan pada segala lini. Pembentukan karakter dan sosialisasi mengenai pembentukan karakter dalam berkendara dalam mematuhi rambu lalu lintas memang sangat diperlukan dalam semua lini agar tujuan transportasi yang efektif dan berkeselamatan bisa terwujud. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar